March 4, 2026

Di tengah ritme kerja yang cepat, tumpukan tenggat waktu (deadline) sering menjadi bagian dari rutinitas profesional. Untuk menjaga fokus dan kewaspadaan, mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi lazim menjadi pilihan utama. Meski kafein terbukti dapat membantu kesiagaan, konsumsi yang berlebih, terutama pada sore hari, terkadang berpotensi memengaruhi ritme tidur alami tubuh yang pada akhirnya dapat berdampak pada kebugaran keesokan harinya.

Rasa lelah yang mendalam akibat kesibukan berlebih ini sering dikenal dalam dunia medis dengan istilah fatigue atau kelelahan kronis. Kondisi ini bukan sekadar penanda bahwa tubuh membutuhkan istirahat, melainkan juga indikasi bahwa tubuh memerlukan kelengkapan asupan nutrisi saat menghadapi beban kognitif dan fisik yang tinggi.

Pentingnya Keseimbangan Nutrisi di Tengah Kesibukan

Saat otak bekerja keras menyelesaikan tugas pekerjaan, tubuh memerlukan dukungan nutrisi mikro yang memadai. Hal ini sejalan dengan tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients oleh Tardy dkk. (2020), yang menyoroti bahwa asupan mikronutrien memegang peranan esensial dalam merespons tuntutan fisik dan kognitif. Dalam studinya, disebutkan bahwa Vitamin B Kompleks berperan penting membantu proses metabolisme makanan menjadi energi yang stabil, sementara mineral Seng (Zinc) berfungsi mendukung pemeliharaan daya tahan tubuh harian untuk membantu mengurangi risiko kelelahan kronis.

Namun, ketika jadwal sangat padat, tidak jarang masyarakat urban mengutamakan kepraktisan sehingga asupan gizi seimbang kerap terabaikan. Memilih opsi makanan yang cepat saji memang memberikan efisiensi waktu, namun pemerataan nutrisi tetap perlu diperhatikan agar energi harian tubuh dapat tetap stabil dan tidak mudah merasa lemas.

Alternatif Minuman Hangat di Sore Hari

Sebagai variasi rutinitas sore, sebagian pekerja profesional kini mulai melirik alternatif minuman hangat lain yang mampu memberikan kenyamanan sekaligus asupan nutrisi tambahan, salah satunya adalah kaldu tulang ayam murni (chicken bone broth).

Mengonsumsi secangkir kaldu hangat di sore hari dapat menjadi opsi cairan yang lebih ramah bagi lambung. Secara alami, kaldu tulang yang diolah dengan tepat mengandung beragam nutrisi penyokong, seperti asam amino glisin (glycine) dan mineral magnesium.

Manfaat komponen ini telah dibahas dalam berbagai literatur medis. Sebuah riset yang dipublikasikan dalam Journal of Pharmacological Sciences (Bannai & Kawai, 2012) menyebutkan bahwa asupan glisin berpotensi membantu menenangkan sistem saraf pusat dan mendukung kualitas istirahat. Di sisi lain, tinjauan sistematis oleh Boyle dkk. (2017) juga mengonfirmasi bahwa magnesium berperan dalam membantu merelaksasi ketegangan otot serta mendukung manajemen stres harian.

Sebagai alternatif, kaldu hangat menawarkan kenyamanan tanpa efek stimulasi berlebih, sehingga tubuh bisa merasa lebih rileks saat bersiap untuk jam istirahat di malam hari.

Memilih Opsi yang Tepat dan Praktis

Tentu saja, kualitas nutrisi dari kaldu sangat bergantung pada metode pengolahannya. Kaldu yang direkomendasikan umumnya adalah yang diproses secara perlahan tanpa tambahan pengawet atau perasa buatan.

Di pasaran saat ini, kemudahan akses terhadap asupan bernutrisi tersebut makin bertambah, salah satunya melalui ketersediaan produk seperti OMA Chicken Bone Broth. Memperhatikan standar nutrisi, produk semacam ini umumnya menerapkan metode pemanasan perlahan (slow-cooked) di bawah suhu 100 derajat Celcius selama 24 jam. Pendekatan ekstraksi lambat ini bertujuan agar kolagen, asam amino, serta rangkaian vitamin dan mineral esensial dari bahan alaminya (seperti ayam kampung) dapat larut dengan optimal ke dalam kuah kaldu.

Bagi masyarakat urban yang memiliki jadwal padat, kepraktisan kaldu siap saji ini dapat menjadi solusi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh tanpa membuang banyak waktu di dapur.

Pada akhirnya, menjaga produktivitas kerja merupakan hal yang penting, namun mengenali kebutuhan tubuh tidak kalah utamanya. Memvariasikan asupan, menjaga hidrasi, serta memperhatikan kecukupan nutrisi dapat menjadi langkah preventif yang sederhana untuk mendukung stamina dan kualitas kesehatan jangka panjang.

About the author 

Ria

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>